Industri yang Tidak Pernah Mati

wuah, udah berapa lama ini gw ga ngepos baru… maklum, lagi PKL, jadi kerjaannya gawe, pulang, tidur, ngumpulin nyawa, tidur lagi, gawe lagi. itu terjadi setiap hari. btw lanjut ke postingan, ini kok kayaknya takabur banget gw berbicara tentang industri yg tidak mungkin mati. industri itu sendiri bernama industri pariwisata. kok bisa?

kita mulai dari salah satu bagian hospitaliti, restoran. restoran sendiri diciptakan untuk “memanjakan” para pekerja, yg sibuk bekerja di luar hingga tidak sempat makan di rumah ketika jam kerja (lunch). bisa juga karena mereka terburu2 di pagi hari, sehingga tidak sempat untuk memasak sarapan (yg mana sangat penting untuk asupan energi pertama di hari itu). simpelnya. beberapa orang lebih suka tinggal makan daripada harus lama memasak, apalagi kalau untuk porsi kecil (kurang dari tiga orang). selama manusia masih butuh makanan yg praktis, tinggal makan, bergizi, enak pula, usaha kuliner tidak mungkin mati. tantangannya adalah: apakah kita bisa bersaingnya?

terus lanjut ke skala lebih besarnya, hotel. hotel punah jika di sekitarnya tidak ada: lokasi wisata, lokasi bisnis (untuk di kota2 besar), dan sudah bukan di antara dua kota (untuk hotel transit). kembali lagi ke kebutuhan biologis manusia selain makan, yaitu tidur. dan tentu saja akan jauh lebih baik lagi jika di hotel tersebut kita tidak hanya tidur dengan nyenyak, tetapi juga dengan pelayanan yg ramah, fasilitas2 lengkap, serta disediakan setidaknya sarapan pagi. terlebih bila suasana di hotel tersebut unik, yg sulit untuk didapatkan di tempat lain. atau suasananya sama seperti di daerah asal kita (misal kita ke eropa, tetapi dijamu dengan makanan khas Indonesia)

semakin banyaknya jumlah manusia, semakin sibuk pula aktivitasnya, semakin butuh dimanjakan. oleh karena itu industri hotel bukannya mati, justru pasti akan menjamur

lalu ada objek wisata. mungkin beberapa ada yg bertanya, “kalau objek tersebut kena bencana alam gimana?” loh malah makin laris kan? (tergantung pengelolaannya juga sih. pemerintah dan warganya bisa ga memanfaatkan peluang dari Tuhan berupa bencana alam ini). misalnya saja gempa di Yogyakarta yg menghancurkan candi2 kemarin, orang2 justru ingin melihat “hasil” dari gempa tersebut, sekaligus bersimpati. nah, mereka kan pasti menggunakan alat transportasi menuju ke lokasi tersebut, berarti logikanya ada pemasukan buat pihak perjalanannya dong? jadi lebih untung kan? atau pemerintah bisa membantu dengan membuatkan museum, yg memaparkan dokumen2 sebelum objek tersebut hancur. pengunjung bisa belajar sejarah, pihak museum bisa dapat untung

inilah kuasa Tuhan, Dia menciptakan sesuatu yg tidak pernah mati seperti industri pariwisata… kecuali kalo kiamat ya

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: