salah wasit

“eh tim jagoan lo kalah tuh.”
“iya nih, soalnya wasitnya ******** sih. kalo kagak pasti menang dah”

percakapan seperti ini rasanya sangat sering kita dengar. begitu mudahnya pasukkan berbaju hitam itu dikambing hitamkan atas kekalahan sebuah tim. emangnya wasit itu salah apa sih?

salah mengambil keputusan? ya emang, wasit juga manusia, 1 2 3 kesalahan bukan hal mustahil yg terjadi di sebuah pertandingan. mungkin kita kesal melihatnya, karena terbawa tensi pertandingan. begitu pun dengan wasit. wasit juga terbawa tensi tinggi pertandingan, sehingga wajar dia cukup tertekan dan salah mengambil keputusan

ya profesional dong jadi wasit!” mungkin ini kalimat yg orang awam dan tidak mengerti apa itu pertandingan yg bergengsi. mungkin dia sebenarnya tidak tahu seberapa tinggi tensi tersebut. ok, biar gw jelasin sedikit, sambil cerita mengenang masa lalu (nyambung kok, iya ga OOT, sumpah deh, udah kepanjangan, mending langsung aja, oke, sip, iya, dimengerti)

wasit mengambil keputusan dari jarak cukup jauh. bener kan? mana ada wasit yg selalu ngambil keputusan selama 2 x 45menit di jarak paling jauh 1,5 meter? emangnya dia wasit Pencak Silat? gw pernah jadi wasit silat, itupun juga cuma pas latihan, dan ga gampang ambil keputusan disitu. gimana kalo jaraknya lumayan jauh

“kan ada hakim garis?” oke, beberapa keputusan pasti diambil karena bantuan hakim garis. tapi emang kejadian itu terjadi secara slow motion dan bisa terlihat jelas dengan mata telanjang gitu? tanpa bantuan replay? mereka (hakim garis) hanya melihat sekilas (1 detik juga ga nyampe kali) dan harus mengambil keputusan saat itu juga, dari jauh pula. kalo mereka bisa liat replaynya dulu sih enak

trus wasit juga punya sudut mati yg ga keliatan dari sudut pandangnya. bisa aja karena ketutupan pemain lain, atau karena kejadiannya di belakang mata si wasit. kalo elo kan liat dari tipi, semuanya jelas, ga ketutupan. lah wasit?

trus juga wasit juga bisa aja tiba2 kesambet, tiba2 bengong sepersekian detik trus keilangan momen, dan ga bisa ambil keputusan deh. ya penyebabnya bisa aja karena tensi tinggi, jaraknya jauh, sama emang momennya cuma sebentar

elo masih tega nyalahin wasit? inget kata2 Gianluigi Buffon “alasan terbaik untuk diungkapkan saat kita kalah adalah dengan mengakui bahwa tim kita lebih buruk dan musuh lebih layak menang” kenapa ga introspeksi tim favorit elo dulu aja, baru nyalahin eksternal

inget, Sao Paolo FC pernah dicurangin (mungkin lebih baik kita bilang dengan sebutan “dirugikan karena kesalahan manusiawi sang wasit) di final Piala Dunia Antar Klub lawan Liverpool. mereka ga walk out, mereka lanjut, dan mereka menang, jadi Juara Dunia. bayangin aja kalo misalnya mereka down cuma gara2 insiden manusiawi

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: