Membalas Tiga Belas Kalimat Mutiara Bung Karno

well, di sore yg ujan ini, ngaskus emang paling enak. dan kalo ngaskus, gw cuma buka Hot Thread. kenapa? soalnya di Lounge terlalu banyak post merda yg ga penting. yah paling kalo main juga ke forum Cooking. dan kebetulan ada trit yg ngebahas 13 kalimat mutiara bung karno. gimana kalo coba kita jawab 13 kalimat mutiara itu. tentunya gw berharap kalian membacanya dengan cerdas ya😉

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan meneruskan perjuangan para pahlawannya. ” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961).

ya, menghargai. dengan cara membiarkan mereka berkeliling jalanan sambil memakai baju perang, seperti yg dikenakannya saat mereka masih muda, dan membiarkan mereka meminta2

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .

sepuluh? gimana kalo 7 (tujuh)? trus nanti mereka menari2 gak jelas di atas panggung deh… bikin boyband *eh keceplosan* yg mau bikin bangga bangsa (oke, di post selanjutnya gw akan ngebahas tentang ini)

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

apah?! percaya sama bangsa sendiri? emang kita punya kekuatan apa aja? o em ji! o em ji! emang kita punya tarian tradisional ya? emang kita punya kuliner khas ya? emang kita punya BELADIRI eh kepencet capslock khas bangsa kita ya? emang kita punya lagu2 kedaerahan? emang SDM kita bagus ya? emang kita punya kekayaan sumber daya alam ya? kok gw ga tau sih…

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali“. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

ah masa sih? gw hidup enak2 aja tuh~ makanya lahir tu dari orang tua pejabat, atau artis terkenal, atau polisi atau militer yg pangkatnya tinggi! jangan dari orang biasa2 aja!

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

hooo belajar sejarah? males ah, sejarah kita udah banyak tuh yg ditutup2i dan dimanipulasi

Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

kita ga jiplak ko, cuma mau bikin boyben khas bangsa ini~ (dengan penampilan yg niru boyben korea #eh)

Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno).

ah biar aja laki2 yg kerja, perempuan sih maunya santai, shopping, ngehedon dah~

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).

udah ko, kerjaan kita udah selesai. kemiskinan sudah menurun dan sudah hilang, kebodohan telah kita berantas, ga ada lagi keluarga2 penyakitan… (sambil nyembunyiin lokasi/daerah yg bermasalah)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (Bung Karno).

bener!! makanya kemaren SMA sebelah gw serang! abis kurang ajar sih, lewat depan gw nyelonong aja, bilang permisi gitu seenggaknya! untung bokap gw jendral polisi, jadi gw ada backing dari kepolisian setempat

Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).

kalo lukisan ***** suka ga om? gw suka banget tuh!

Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun

yah kalo gw buat baik nanti gw dicengin, dibilang banci…

Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!

enak aje!! milik gw sama temen2 bokap gw lah! kan kita pejabatnya, elo siapa?

Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.

elo aja yak yg kerja, gw males…

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: