Kalian Tidak Akan Hilang

“eh elo kan anak IPA, kok elo ke perhotelan? ntar ilmu2 yg elo pelajarin ilang percuma dong”

well ini quote yg sering gw denger selama gw SMA. sejak kelas XII semester 2 (2010) tekad gw buat masuk Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung udah bulet. karena gw anak IPA maka banyak orang (sok tau) yg berkata demikian. benarkah demikian? gw akan membuktikan kalo Your argument is invalid, I’m a hotelier (emangnye engineer aje yg bisa? gw juga bisa tuh)

oke, mulai dari pelajaran2 dasar anak2 IPA. pelajaran yg paling mematikan, matematika (bahkan ada kata ‘mati’ di kata ‘matematika’ #hammer). kebetulan gw bergerak di kitchen, yg notabene, tidak ada recipe yg exact di kitchen. selembar recipe bisa menghasilkan 1000 rasa yg berbeda jika dibuat oleh 1000 orang yg berbeda. “oke nju, berarti argumen lo ga valid, pelajaran kayak matematika aja ga berlaku di dunia perhotelan”

siapa bilang? saat membuat stock/kaldu terkadang 2 sendok makan garam bisa menjadi lebih asin daripada 10 sendok makan garam, entah faktor apa yg menyebabkannya. 3 siung bawang putih bisa digunakan untuk 10 porsi makanan, tapi jika membuat 100 porsi tidak harus dengan 30 siung bawang putih, bahkan bisa kurang dari 10. terkadang 10 menit cukup untuk menumis masakan, tapi terkadang 8 menit bisa menjadikannya overcooked. “tuh kan argumen lo ga valid”

ini belum selesai bung! jika membuat 1 porsi steak perlu 200g daging (jadinya sekitar 150g) maka butuh 2kg daging untuk 10 porsi steak. terlebih kita juga harus mengacu pada data statistik (modus dan mean/rata2) steak yg dipesan setiap harinya, agar saat memesan daging kita tidak terlalu banyak, agar daging tetap dalam kualitas terbaik (daging sapi, apalagi prime cut, itu mahal loooh) dan tidak terlalu sedikit (biar pelanggan tetep beli, biar tetep untung)

itu baru dari segi produk, belum menjamah ke daerah cost control. bagaimana caranya mengatur pengeluaran sekecil mungkin dengan keuntungan sebesar mungkin (ekonomi/IPS banget! | terus nape? emang elo ga gini? ga usah muna dah). ini baru kitchen ya, belon ke tempat lain, perlu gw bahas juga kah?

kesimpulannya: matematika sangat diperlukan disini

terus apa lagi pelajaran khas ipa? Fisika kah? siapa yg bilang fisika ga perlu? gw masih ambil contoh kitchen deh, ngomongin fisika ga mungkin lepas dari energi, memasak itu perlu energi. lalu perlu juga efisiensi energi, gimana caranya kita memasak dengan optimal sehingga energi ga kebuang percuma karena kembali lagi ke cost

“cuma energi doang?” ada lagi, fluida. how come? ini biasanya lebih ke beverage. dalam teknik layering mengetahui massa jenis sebuah cairan amat sangat diperlukan. emang sih ga perlu tau bilangannya secara pasti, at least cukup tau perbandingan cairan x, y sama z itu x>y>z y>x>z apa gimana. trus pake dah ilmu layering… dan ingat! biarkan tamu yg mengaduk sendiri minumannya biar layer/lapisan minumannya terlihat

Ternyata Fisika itu juga diperlukan di dunia perhotelan

terus apa? kimia? gini aja deh, tau kelarutan? ini digunain buat ngelarutin (kalo yg paling populer sih) maizena. ga ada orang masak yg ngasih maizena langsung ke masakannya, pasti dilarutin dulu ke air. pun demikian saat masukin cream, kalo krim masuk langsung ke masakan, yg ada bukannya larut tapi malah pecah. so caranya itu masukin sedikit masakannya (biasanya sup) ke krimnya, masukin dikit lagi, trus baru dimasukin ke masakan(sup)nya

mau contoh lain? penggunaan alkohol/spirit (biasanya arak, wine, beer). biasanya dimasukin setelah bumbu masuk. tujuannya karena alkohol itu lebih mudah melarutkan, lalu juga lebih cepat menguap daripada air. jadi alkohol itu dimanfaatkan hanya untuk melarutkan bumbu2nya ke makanan

ada lagi, tapi gw lupa istilahnya apa ._. kalo mau ngelelehin coklat, pasti dipotong kecil2 dulu. ga mungkin masih sebungkus gede dilelehin. karena luas permukaannya jadi lebih luas, jadi proses leleh lebih cepat

kimia juga diperluin ternyata

terakhir biologi, ga usah ditanya ini. saat masak aja sebelum berperang melawan perut2 tamu yg lapar kita terlebih dahulu harus berperang melawan bakteri2 dan mahluk hidup lain agar tidak masuk ke makanan dan menjadi ‘tamu tak diundang’. bicara soal makanan pasti juga bicara soal nilai gizi

ga usah dijelasin lagi lah, biologi kayaknya vital dah

“berarti perhotelan buat anak IPA dong? | engga laaah, perhotelan itu menerima orang dari semua golongan, karena kami melayani semua jenis pelanggan, bukan satu dua jenis pelanggan

ya, semua pelajaran IPA tidak akan hilang dimanapun gw berada. terlebih orang2 yg menemani gw bertahan hidup di dunia IPA… IKOB

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: