Mentari

duhai mentari
malam ini aku putuskan untuk menunggumu
karena ada yg ingin aku katakan padamu

menunggumu di langit yg gelap
tapi entah kenapa
entah kenapa kemudian dia menangis

tangisannya terdengar semakin deras
terkadang ia menjerit
apakah itu jeritan kerinduan?
sepertinya iya

karena hatiku juga sama

duhai mentari
maukah kau bersamaku?
menemaniku melalui hari2 yg gelap ini

aku butuh cahaya terang benderang seperti cahayamu
aku tidak bisa bertahan hanya dengan cahaya lilin

aku butuh cahaya pagimu yg selalu membangunkan ku
memulangkanku dari alam mimpi menuju dunia sebenarnya

hingga saat senja
dimana kau selalu memberi perpisahan yg indah
padahal kita masih akan bertemu keesokan harinya
sinar senjamu seolah berkata

“sudah dulu ya…
besok kita akan arungi hari bersama lagi kok
terima kasih untuk hari ini”

jika bersamamu
aku rela kau tinggal setiap malam
karena aku tahu kau akan kembali lagi
aku tahu kau tidak akan meninggalkanku selamanya

duhai mentari…

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: