100 mil

di sore yg berawan kutinggalkan kota kembang
tempat dimana aku menuntut ilmu
menuju ibukota yg berjarak 100 mil jauhnya

kuarungi jalan mendaki yg penuh liku
dinginnya hawa pegunungan
liarnya jalanan di sekitar

tapi aku tidak peduli semua itu
karena aku tahu bahwa nantinya
akan ada hadiah yg bisa kudapat
yaitu, aku bisa melihatmu secara langsung

memang aku bertemu denganmu
tapi kau tidak berubah
hanya diam 1000 bahasa kepadaku
tanpa senyum indahmu

tentu sangat sakit rasanya
100 mil terasa seperti sia2
rasanya aku tidak sanggup menahan penderitaan ini
entah apa salahku
hingga kau perlakukan aku seperti ini

aku mohon
tolong beritahu salahku
agar aku bisa mengubahnya
agar aku bisa menjadi orang yg lebih baik bagimu

aku akan terus setia menunggumu
menunggu hingga kau tahu
perasaanku sebenarnya yg tulus dari lubuk hatiku
menunggumu dengan rasa kesendirian ini

100 mil terasa dekat
saat aku ingin berjumpa denganmu
ingin melihat senyummu
ingin menghabiskan waktu bersamamu

100 mil bisa terasa jauh
saat aku ingin meninggalkanmu
kembali ke sendirian ini

kembali…
kembali dengan tangis yg tersamarkan oleh derasnya hujan…

Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. Alvaro

     /  September 19, 2011

    Ciakakakakak, disakiti oleh bocah 14 tahun….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: