From Your Secret Admirer

dear ***sensor***

cukup lama aku tinggalkan Jakarta. sekian lama tak kulihat senyum indahmu. begitu banyak senyum yg kulihat, tapi aku tak bisa jika bukan senyummu yg kulihat

dan pada hari ini aku masih berbahagia🙂 kenapa? tidak aku bukan ketiban durian runtuh, nih kepala aku ga berdarah ko… kan sakit tau ketiban duren…

*ehm, lanjut ke ini surat
**durennya gimana bang?
*nanti malem kita makan
**asiiik… eh tetangga kita minta juga bang
*kasih aje kulitnye, lemparin ke palanye, udeh ah lanjut ke ini surat

aku bahagia hanya karena kemarin aku melihat senyum dan tawamu. meski pun itu bukan kau tujukan padaku namun aku tetap bahagia melihatnya :’) karena senyum tawamu lah yg aku rindukan selama ini, senyum tawa itulah yg sudah lama aku rindukan. bahkan aku bisa menghilangkan segala derita yg ku derita hari ini hanya dengan mengingat senyumanmu

senyumanmu yg menyejukkan hati, senyummu yg menghapus kemarau di hati ini. senyumanmu yg menyuburkan semangat hidupku

teruslah tersenyum ***sensor***🙂 meski itu bukan kau tujukan untukku :’)

sincerely
your secret admirer whom you may not know about

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: