Konvensional vs Syariah – Riba yang Haram vs Bagi Hasil

setelah hampir sebulan kita berpuasa (dan hampir sebulan gw ga ngeblog) alhamdulillah kali ini gw diberi kesempatan ngeblog dan menyampaikan kebenaran. ‘kebenaran’? bahasanya tinggi banget yah, yaudah ganti, ini fakta yang menguntungkan kita semua

ada yang punya rekening bank? bank mana? BCA (Bank Central Asia)? Mandiri? atau bank² lainnya yang menawarkan bunga? oke sebenernya dalam Islam secara jelas disebutkan (dalam QS berapa gw lupa)

Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba

artinya dalam Islam jual beli itu hukumnya halal, seorang muslim diperbolehkan melakukan jual beli (selama jujur dan tidak menipu tentunya) kepada semua umat manusia tanpa terkecuali. ya tentu aja yang dijual yang halal lah kalo narkoba dijual ya haram² juga jatohnya

dan di ayat tersebut juga sangat jelas, Allah telah mengharamkan riba sejak jaman Rasul. sekarang pertanyaannya: kenapa Allah mengharamkan riba? ok langsung aja kita ke contoh

misal seseorang membuka rekening di bank, pada awalnya dia mendepositkan uang sebesar RP 10.000.000,-. di bank tersebut uang sebesar itu akan mendapat bunga sebesar 2,00% yang artinya ia akan mendapat bunga Rp 200.000,- untung bukan? terlebih jika saldonya makin tinggi, bunga yang didapat pun makin tinggi. kalau begitu kenapa haram?

oke perlu diketahui, bank tersebut tidak menawarkan bunga jika saldo dibawah satu juta. dan perlu diketahui biasanya di bank ada biaya administrasi bulanan sebesar enam ribu rupiah. jadi jika orang yang hanya “memarkirkan” uangnya sebesar satu juta rupiah selama empat bulan / 1 caturwulan

  1. Rp 900.000,-
  2. Rp 894.000,-
  3. Rp 888.000,-
  4. Rp 882.000,-
  5. dst, hitung saja sendiri pola bilangannya

bandingkan dengan dia yang menabung Rp 10.000.000,-. kita hitung jika bank memberi bunga terlebih dahulu, baru memotong dengan biaya administrasi bulanan

  1. Rp 10.000.000,-
  2. RP 10.194.000,-
  3. Rp 10.391.880,-
  4. Rp 10.599.117,6
  5. dst, hitungnya 1,02(n) – 6.000 . mungkin gw ada salah karena lupa dikurang 6ribu, tapi ga beda jauh lah kalo salah dikit ngitungnya

jelas, yang kaya makin kaya dan yang belum kaya dipersulit untuk kaya. bisa dibilang seperti ini: orang² yang belum kaya diambil Rp 6.000,-/bulannya dan yang sudah kaya diberi uang hingga lebih kaya lagi. itu baru dari yang belum kaya, belum dari yang tidak kaya / yang meminjam uang dan dikenakan bunga

dalam sistem perniagaan syariah, eh salah, dalam hidup jika kita diberikan sesuatu yang baik hendaknya kita balas dengan yang lebih baik (secara sukarela, tanpa paksaan). berbeda dengan bank konvensional yang telah mematok bunga yang harus dibayar. jadi di syariah ya sama² senang, sama² untung. berbeda dengan bank konvensional yang hanya untung di pihak yang berlebih hartanya

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: