Surat Terbuka Untuk Para Perokok

wahai para perokok, saya menulis surat terbuka ini untuk mewakili orang² yang tidak merokok. eh ralat, saya menulis surat terbuka ini untuk mewakili orang² yang merokok secara pasif. eh tunggu, apa saya menulisnya untuk mewakili orang² yang Anda paksa merokok ya? intinya saya menulisnya untuk mewakili orang² yang tidak gemar menghabiskan selembar dua lembar uang ribuan untuk menghisap rokok

wahai para perokok, kami tahu bahwa kami tidak punya hak untuk memaksa Anda agar tidak merokok. pun demikian dengan Anda, Anda tidak punya hak memaksa kami untuk merokok. tetapi, mengapa Anda selalu memaksa kami untuk merokok? memang Anda tidak memberi kami sebatang rokok secara paksa. tidakkah Anda sadari bahwa setiap asap rokok yang Anda buang mau tidak mau juga harus kami hirup, kemudian beberapa racun² dari rokok tersebut terus mengendap di paru² Kami, padahal kami tidak pernah menginginkan hal tersebut terjadi kepada kami

wahai para perokok, izinkanlah kami menghirup udara segar. tinggal di kota seperti Jakarta dan kota² lain yang tingkat polusinya tinggi menyulitkan kami untuk mendapatkan udara segar yang berkualitas. tetapi, yang kami hirup setiap hari adalah gas² racun yang telah Anda keluarkan dari mulut Anda. ya, asap rokok lah yang kami hirup, padahal kami sangat tidak ingin menghirupnya

wahai para perokok, kami tahu Anda memiliki paru² yang kuat sehingga sebanyak apapun racun yang masuk ke tubuh Anda, Anda sudah terbiasa menghadapinya. kami juga tahu Anda memiliki wajah yang tampan atau cantik sehingga wajah Anda tidak akan mengeriput meskipun Anda sering merokok. kami tahu mata Anda bagus karena tidak merah meskipun banyak asap rokok di sekeliling wajah Anda. kami juga tahu Anda adalah orang² pintar, kreatif, kuat, dan bernyali besar seperti yang kami lihat di iklan² rokok yang ada

wahai para perokok, biarkanlah anak² penerus bangsa ini tidak mengkonsumsi rokok. karena kami melihat Anda selalu memaksanya merokok. seperti paragraf pertama yang saya sebut di atas, Anda memang tidak menyodorkannya sebatang rokok, tetapi Anda memberikannya asap rokok yang mau tidak mau akan terhirup

wahai para perokok, kami tahu kalian orang yang lebih mampu daripada kami. kalian mampu mengeluarkan lembaran² uang dengan mudahnya begitu Anda menginginkan sebatang, dua batang, atau sebungkus rokok. tetapi mengapa ya kami sering melihat di berita bahwa orang miskin juga bisa menikmati rokok? padahal kan untuk makan sehari² saja mereka susah. tetapi kok mulutnya lebih ‘ngebul’ daripada dapurnya?

karena itu, kami memohon dengan teramat sangat agar Anda tidak mencemari udara yang kami (orang yang tidak merokok) hirup. kami tidak akan pernah memaksa Anda berhenti merokok dan Anda juga tidak boleh memaksa kami untuk ikut merokok. merokoklah di tempat tertutup dan pribadi. toh sekarang sudah banyak smoking area. jangan juga kalian merokok di kamar mandi, kasihan jika orang setelahnya juga ‘terpaksa’ menghisap asap rokok yang baru Anda buang

tanggung jawablah akan asap yang Anda buang!!

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: