Patahnya Sayap² Garuda

ada yang nonton timnas tadi di tipi?? atau bahkan ada yang menonton langsung ke SU GBK?? maka merugilah Anda yang menonton

gimana ga rugi cape² luangin waktu seenggaknya 2 jam di depan tipi cuma buat ngeliat timnas sendiri dipermaluin di kandangnya. terlebih yang nonton langsung, kalo nontonnya 2 jam, masuk ke stadion buat nyari kursi dan keluarnya, terus juga di jalan yang kemungkinan besar macet. mending gitu kalo pulang dengan senyuman karena timnasnya menang, tapi ini pasti moodnya lagi kesel gara² timnas kalah

gimana ga dipermaluin, semuanya aja didominasi sama Oman, di kandang sendiri lagi

secara keseluruhan timnas maennya ga ada semangatnya. mungkin pemain terbaik jatuh kepada pemain tanpa nomor yang datang tiba² saat Injury Time (baca: suporter yang frustasi dan masuk ke lapangan) dengan sangat semangatnya. tapi sayang semangatnya tidak mampu merentet ke pemain timnas yang sesungguhnya T_T

namun itulah manusia yang berjiwa nasionalis, sebenarnya dia ingin sekali melihat sang Garuda terbang di langit yang bernama Piala Dunia (seenggaknya Piala Asia lah). tapi dia hanya bisa menonton lalu berpikir bahwa dengan menonton tidak akan mengubah hasil. lalu dia melakukan tindakan gila yang sebenarnya cukup berguna untuk membakar semangat juang di injury time (intinya dia mulai bertindak, tidak hanya dengan berdoa dan mendukung)

kalo diliat baik² lini tengah timnas Indonesia itu ga beda sama jembatan di Indonesia, jalan² raya di Indonesia. passingnya rusak, koordinasinya kurang, kreativitas serangannya juga kurang. jika jalanan rusak maka produktivitas pekerja pun akan terhambat. anggap saja jalanan adalah lini tengah dan pekerja adalah lini depan. yap, kinerja striker terhambat

diliat dari total shoots (yang masih bisa diitung jari pake satu tangan) jelas membuktikan bahwa lini tengah masih menjadi perhatian utama dalam membangun serangan

terus lini belakang / pagar pertahanan. kontras sekali dengan pagarnya wakil² kita di DPR, wakil kita di lapangan hijau memang seperti pagar di gedung DPR (jika besi²nya dikretelin dan diloakin, baru mirip dah). pagar di DPR dibuat sekokoh mungkin (mungkin karena takut dengan protes dari mahasiswa)

Tapi tidak dengan pagar pertahanan Timnas yang minim koordinasi. akibatnya Markus Horison yang sebenarnya bermain cukup bagus jadi kewalahan mengantisipasi serangan² Oman. kenapa gw bilang cukup bagus, jelas terlihat bahwa dua gol tersebut bukan salah Markus Horison

dengan masalah koordinasi tadi, solusinya hanyalah jam terbang yang kurang. terlihat jelas di lapangan pemain timnas seperti bermain dengan teman yang baru dikenal, tidak punya koordinasi

lalu mungkin juga dengan motivasi. liat aja sekarang, ada ga sih pesepakbola dan mantan pesepakbola Indonesia yang sejahtera banget?

hanya Tuhan yang tahu

Leave a comment

3 Comments

  1. hhghghgggg

    Reply
  2. ane juga gan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: